Naik Peasawat, antara keajaiban dan kekhawatiran

Ya , naik pesawat memang punya dua sisi yang berbeda, antara keajaiban dan kekhawatiran. Ajaib karena (kadang kita berpikir) bagaimana mungkin sebuah pesawat ( burung besi) yang begitu berat dapat terbang ke atas atau ke udara.

Ketika pertama kali naik pesawat, dibenak saya banyak dihinggapi berbagai pertanyaan, kepenasaran dan kekhawatiran. Tentu kita semua tau dong bagaimana carut marut nya dunia penerbangan kita. Banyak terjadi kecelakaan, pesawat gagal terbang, pesawat mendarat tidak sempurna, keterlambatan jadwal penerbangan dan sebagainya menjadi hal biasa di negeri ini.

Pertanyaan pertama dalam benak saya adalah kenapa pesawat bisa terbang ? padahal berat sebuah pesawat bisa mencapai 150 ton !. Hmm..berarti ada gaya lain yang bisa mengalahkan gaya gravitasi, Hebat, Ajaib ! itulah pemikiran pertama saya. Setelah membaca beberapa artikel tentang pesawat, saya menemukan sebuah pencerahan, ternyata pesawat bisa terbang karena adanya aliran udara yang melalui sayap-sayap pesawat. Berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena adanya aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke bawah, sebagai reaksinya gas mengangkat/mendorong roket ke atas.


Pesawat tidak dapat terbang jika tidak ada udara, penampang sayap pesawat terbang bagian belakang lebih tajam dari bagian depan dan sisi bagian atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawanya, dengan kata lain bentuk pesawat terbang itu harus memenuhi hukum aerodynamic. Terjawab sudah pertannyaan saya yang satu ini.

Menurut saya, ada dua keajaiban ketika naik pesawat, pertama ajaib karena kehebatan otak manusia untuk menciptakan pesawat sehingga bisa terbang dan kedua ajaib karena bisa melihat keindahan bumi dari ketinggian kurang lebih 10.000 m. Tetapi ingat kawan, siapa yang telah meberikan ilmu itu kepada manusia? ya, Allah yang memberikan ilmu itu.

Nah, yang satu ini pengalaman paling menegangkan, yaitu ketika pesawat take off bunyi gemuruh roda pesawat dan mesin menjadi satu. Naik gak nih pesawat, terbang gak nih pesawat, ho..ho tegang sekali, takut kejadian seperti di pemberitaan di koran dan televisi, gagal terbang.

Ketika pesawat berada di udara pun rasa was-was terus datang, takut jatuh lah, takut mesin pesawat mati lah dan lah..lah lainnya. Tetapi Alhamdulillah sampai juga di tujuan. Ya, itulah naik pesawat, ingin naik lagi karena pemandangan indah di bawah dan takut karena pesawat jatuh.

Bolehkah Menghilangkan Navbar ?

Awalnya sih keberadaan navbar atau Navigation Bar di blog ini sangat menggangu (baca : gak enak dilihat), trus nyari-nyari tutorial tentang bagaimana menghilangkan navbar ini, akhirnya nemu juga ternyata cukup mudah.

Hanya dengan menambahkan kode :

#navbar-iframe {
display: none ! important;

pada menu edit template dan setelah di view ternyata berhasil !

Tetapi, setelah baca sana baca sini ternyata menghilangkan navbar itu adalah tindakan illegal, melanggar TOS Blogspot. Wah bahaya ! ternyata menghilangkan navbar itu bisa membuat blog kita dihapus atau dibanned pemakainnya oleh blogger. Daripada terjadi hal demikian lebih baik aku pasang lagi navbar nya, Hanya saja desainnya disesuaikan dengan desain bloogerku. It's Okay, yang penting masih bisa terus nge blog !.

An Advice for Entrepreneur

"Sales are not made by staying around at the office. You have to get out there and bring them in"

BBM Naik lagi ?

Gila ! harga BBM direncanakan akan naik lagi.

Pemerintah masih memiliki waktu dua bulan untuk mangambil keputusan menaikan subsidi BBM atau menaikkan harga BBM, sehubungan dengan terus melonjaknya harga minyak mentah dunia. Saat ini pemerintah terus memantau perkembangan harga myak mentah dunia dan lifting minyak Indonesia, sebagai bahan untuk mengambil keputusan.

Harga minyak mentah sekarang ini sudah mencapai 115 dolar per barel, jauh di atas harga asumsinya di APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) sebesar 95 dolar per barel. Melonjaknya harga minyak mentah tersebut tentu membawa konsekuensi meelonjaknya subsidi BBM dan Listrik yang diperkirakan besaran subsidi yang harus dibayar pemerintah mencapai 200 triliun lebih. Wuih ! bener-bener gak masuk akal.


Katanya sih, masih ada waktu bagi pemerintah sampai bulan Juni, Juli 2008 untuk mengambil keputusan tersebut. Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tidak menutup kemungknan adanya perombakan kembali APBN yang kedua kaliya, jika haga minyak dunia terus naik. Namun hal itu akan dipastikan setelah pemerintah melaporkan perkembangan jalannya pelaksanaan APBN semester pertaman kepada DPR.

Apalagi tambahnya, pemerintah dan DPR sebelumnya juga pernah merombak APBN hingga dua kali dalam setahun, yaitu untuk APBN tahun 2007, ketik terjadi banyak bencana alam dan kenaikan harga minyak yang menggila.

Aduh-aduh, Bpk Presiden dan para Menteri bagaimana dong nasib rakyat kasihan kan ?

Diagnosis Rahim Kini Semakin Murah

Bagi wanita, hamil merupakan anugrah yang sangat disyukuri karena manunjukan fitrahnya sebagai kaum ibu. Namun tidak semua wanita bisa hamil, disebabkan karena adanya gangguan atu penyakit dalam rahim.

Biasanya untuk memeriksa kondisi sistem reproduksi wanita dilakikan melalui pemeriksaan endoskopi dan operasi laparoskopi. Pemeriksaan ini untuk deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan pada rahim atau saluran telur pada wanita. Untuk pemeriksan ini dibutuhkan biaya sedikitnya Rp 5 juta.

Namun Tim Dokter dari Klinik Fertilitas Aster bagian Endokrinologi Reproduksi Fakultas Kedokteran UNPAD dan RS HAsan Sadikn (RSHS) BAndung, berhasil memodifikasi alat yang dapat berfungsi sama, yaitu mendiagnosis gangguan dalam rongga rahim dan saluran telur. Penemuan alat ini mendapat penghargan di bidang Assisted Reproductive Technology (ART) yang diberikan oleh lembaga Asia-Fasific Iniative on Reproduction (Aspire) pada 13 April 2008 di Singapura. Penemuan ini dituangkan dalam makalah "Modified Color Dropler Sonohysterosalpingography Using 0,9 % NaCL Solution As Contrast Medium For Tubal Patency Evaluation".

Adalah dr.Tono Djuwantono, Sp.OG.,K.F.E.R yang mewakili tim peneliti, beliau menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan hasil modifkasi dr beberapa alat yang sederhana. Pendeteksian menggunakan alat ini hanya membutuhkan biaya Rp 100.000,-. Selain lebih murah, tingkat akurasinya pun cukup besar sehinga dapat dimanfaatkan oleh kaum wanita yang membutuhkannya, sehingga tidak memberatkan pasien.

Dengan penemuan ini, kaum wanita yang berada di daerah-daerah bisa memperoleh pelayanan untuk mendeteksi kelainan awal penyebab kemandulan. Selain mencoba menyosialisasikan alat ini, Tim RSHS pun berusaha untuk mendaftarkan Hak Paten atas modifikasi lat tersebut. (sumber koran PR).